Sunday, October 02, 2005

Paradoks Governance: Tenggelam Dalam Mimpi Reformasi Tercandukan Neo-Liberalisme.


Seolah tuah sederhana yang menyatukan sekian entitas kompleksnya manusia dalam kelompok bussiness, state dan society. sebagai sebuah kenyataan sosial apakah pernah hadir sesosok manusia yang berdimensi tunggal.bukankah pak Paijo juga bagian dari state, ketika rakyat adalah sebuah pertanda adanya negara? atau ketika beliau menjadi bagian dari sepenggal asa perputaran bisnis besar BBM? tetapi memang sang bapak hanyalah seorang rakyat, yang hanya ternampak sebagai society. sangat simplifikatif!
bagaimana mungkin pasar hanya diidentifikasi sebagai pelaku bisnis skala besar dan kalangan penikmat eksploitasi buruh? kemampuan mengakumulasi modal dan menciptakan surplus material adalah prasyarat tunggal seseorang bila hendak diidentifikasi sebagai 'pasar'. kuasakah uang tanpa penindasan? adakah kaya tanpa pemiskinan? adakah pasar tanpa rakyat dan kekuasaan negara. NEGARA, ia teralu sensual untuk diabaikan oleh pejantan-pejantan bisnis yang haus lampias birahi kapital!
state, siapakah engkau. netralkah dirimu. masihkan dikau berdiri sebagai representasi sebuah produk budaya yang bernama kontrak sosial? dari mana uangmu?! darimana suaramu?! hingga dengan pasrah kau OK aja saat dirimu terpisah dari kesejatianmu.
Stocker, Rodhes, dan para penganjur governance theory lain; segeralah bangun dari mimpi basahmu!