Monday, September 25, 2006
angin
ini hari angin datang padaku di kota yang begitu kubenci. tapi ini adalah pertautan luar biasa antara duka dan bahagia. aku akan pergi ke alam mimpi menahun, ditemani angin, ku yakin akan cepat sampai ke tujuan. bersama angin..
Wednesday, April 05, 2006
Partisipasi: kurang kerjaan!!

Siang itu para dewa-dewi kampus sedang membahas tentang KONSEP PARTISIPASI PUBLIK. Puluhan buku dan teori berterbangan kian kemari. GUBBRRAKK! jidat Mr. M benjol-benjol ketika aku bicara soal keadaan di darat yang banyak menelikung lamunan para dewata. Yah, mereka bilang bahwa kelas menengah dan orang yang telah masuk pada level 'mature' saja yang siap untuk diajak partisipasi. kenyataannya di kampung-kampung tradisional dan para kelas menengah kebawah begitu getol mereka datang ke rapat-rapat RT. sementara para kelas menengah dan kelompok yang memiliki 'social maturity' pada saat yang sama tengah masyuk diberbagai lobby hotel atau cafe melakukan deal-deal bisnis, mungkin juga sedang memperdagangkan objek politik tertentu..
Friday, March 24, 2006
Mr. n Mrs. Denhardt: Have You Ever Read My Book?
Robert dan Janet Denhardt begitu mashur saat ini. Ya, tak lain karena kritiknya yang sangat pedas terhadap pikiran dangkal dari Osborne dan pengikutnya yang mengistilahkan diri mereka "Mewirausahakan Birokrasi". Denhardts lalu menybut teorinya dengan New Public Service.
Yap, sangat mungkin ini adalah sebuah kebetulan. Yaitu ketika saya dan Saiful juga melakukan hal yang sama di tahun 2001 menulis sebuah buku yang berjudul Kapitalisme Birokrasi. Reinventing Government memang nyebelin banget. Bagaimana bisa dia dengan begitu percaya diri mengatakan bahwa satu-satunya jalan keluar bagi kemandekan peningkatan kualitas layanan organisasi publik dengan begitu saja meniru (isomorphism) organisasi bisnis. Emangnya negara itu pabrik, toko atau bank? dasar Osborne komprador noe-liberalisme!
Saya lebih senang gaya berpikir Denhardt yang meletakkan dasar perbedaan yang benar-benar prinsip (bahkan ideologis) antara sektor publik dan privat. Ada makna politik dan moral yang jauh beda antara keduanya. Sehingga masalah pelayanan publik bukanlah soial yang semata-mata bisa dicandra dengan teropong manajeralist. Ini adalah soal raison de etre dari adanya organisasi yang bernama NEGARA dan organisasi yang bernama PERUSAHAAN. Ada mandat politik, atau amanah rakyat yang inheren dalam sebuah organisasi publik, yang itu tak sering dijumpai ketika kita menelisik organisasi bisnis.
Pak Osborne, senyum manis seorang resepsionis di bank itu adalah seringai serigala yang siap memangsa uang para pelanggannya. Tapi kerenyit mata seorang birokrat di kantor kecamatan (mungkin) adalah rasa waspada agar kepentingan rakyat banyak tak terkooptasi oleh manipulasi kekuasaan tertentu. Pak dan Bu Denhardt, aku ada dipihakmu. Mudah-mudahan someday kita bisa ketemu. It could be the most exciting moment in my life!! I'll come to Arizona...!!!
Yap, sangat mungkin ini adalah sebuah kebetulan. Yaitu ketika saya dan Saiful juga melakukan hal yang sama di tahun 2001 menulis sebuah buku yang berjudul Kapitalisme Birokrasi. Reinventing Government memang nyebelin banget. Bagaimana bisa dia dengan begitu percaya diri mengatakan bahwa satu-satunya jalan keluar bagi kemandekan peningkatan kualitas layanan organisasi publik dengan begitu saja meniru (isomorphism) organisasi bisnis. Emangnya negara itu pabrik, toko atau bank? dasar Osborne komprador noe-liberalisme!
Saya lebih senang gaya berpikir Denhardt yang meletakkan dasar perbedaan yang benar-benar prinsip (bahkan ideologis) antara sektor publik dan privat. Ada makna politik dan moral yang jauh beda antara keduanya. Sehingga masalah pelayanan publik bukanlah soial yang semata-mata bisa dicandra dengan teropong manajeralist. Ini adalah soal raison de etre dari adanya organisasi yang bernama NEGARA dan organisasi yang bernama PERUSAHAAN. Ada mandat politik, atau amanah rakyat yang inheren dalam sebuah organisasi publik, yang itu tak sering dijumpai ketika kita menelisik organisasi bisnis.
Pak Osborne, senyum manis seorang resepsionis di bank itu adalah seringai serigala yang siap memangsa uang para pelanggannya. Tapi kerenyit mata seorang birokrat di kantor kecamatan (mungkin) adalah rasa waspada agar kepentingan rakyat banyak tak terkooptasi oleh manipulasi kekuasaan tertentu. Pak dan Bu Denhardt, aku ada dipihakmu. Mudah-mudahan someday kita bisa ketemu. It could be the most exciting moment in my life!! I'll come to Arizona...!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)